Catatan LKMM-TD 2012

Foto-foto dari catatan penulis saat mengikuti Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa-Tingkat Dasar. Selengkapnya di Galeri Foto.

QUOTES OF LIFE

Sebuah postingan yang berisi "QUOTES" lahir bagi sang penginsirasi hidup saya, ayah yang telah mengajariku bagaimana menatap dunia dengan sudut pandang yang berbeda.

Spektrofotometri Serapan Atom

Ini adalah tugas akhir penulis ketika di Sekolah Menengah Teknologi Industri.

Rancangan Sistem Pengkaderan

Bagaimana sistem pengkaderan yang baik itu? Kelompok 3 menjawabnya!

Sekilas Ki Hadjar Dewantara

Galeri foto-foto dinding makam Ki Hadjar Dewantara di Taman Wijaya Brata Yogyakarta

QUOTES

Mempunyai ambisi untuk mengalahkan orang lain terkadang secara tidak sadar muncul. Tetapi butuh kesadaran jika ingin menumbuhkan ambisi untuk mengalahkan diri sendiri.
Tampilkan postingan dengan label UNCATEGORIZED. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UNCATEGORIZED. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Maret 2010

CARA CURANG UNAS BERKUALITAS PART.2


WAKTU
Waktu yang diberikan untuk mengerjakan paket soal yaitu tepat 2 jam = 120 menit = tepat 7200 detik. Sangat panjang untuk dimaksimalkan. Lalu kenapa tidak untuk memaksimalkannya?
Mungkin kalian bingung bagaimana waktu dapat dimanfaatkan untuk mencontek, sebenarnya bukan untuk mencontek, lebih tepatnya membantu kelancaran dalam bertanya.
Yang paling sederhana yaitu menyuruh si pintar untuk tengak-tengok supaya dapat ditanya pada waktu yang sudah disepakati. Cara lain yaitu membuat janji untuk bertanya pada jam-jam tertentu dan sudah disepakati. Materi soal yang akan ditanyakan sebaiknya juga harus disepakati. Sehingga soal yang sudah dijanjikan dapat dikerjakan dahulu dan siap dibagi untuk teman-teman yang lain.

JANGAN BAWA HAPE
Saya menyarankan secara tegas jangan membawa hape ke dalam ruang ujian. Jika pun anda akan memanfaatkan hape untuk curang, saya menganjurkan untuk mengurungkan niat anda itu. Dipakai atau tidak, dimatikan atau tidak, jangan bawa hape ke dalam ruang ujian. Karena kita tidak tahu apakah akan ada razia hape sebelum ujian atau tidak. Nah jika ketahuan membawa hape ke dalam ruang ujian, akan dicatat dalam berita acara. Hape yang ditemukan akan menjadi barang bukti.
Kasus seperti ini secara otomatis akan mencoreng nama baik diri sendiri dan sekolah.
So, jangan dilakukan! Uke?!

BACAAN MENARIK
Trik satu ini mungkin belum terbukti, namun patut dicoba. Pengawas ujian pasti bosan mengawasi peserta ujian terus menerus dan berhari-hari.
Kebosanan tersebut dapat kita manfaatkan dengan memberi bahan bacaan pada guru pengawas. Caranya yaitu dengan menyiapkan bahan bacaan seperti majalah atau koran. Taruh bacaan itu di laci meja guru. Buat sebisa mungkin bacaan itu dapat ditemukan dan akhirnya dibaca oleh pengawas ujian. Sehingga bacaan itu dapat mengalihkan perhatian pengawas ujian.
KERJA SAMA
Terakhir, saya menyarankan kalian untuk selalu kompak dengan bekerja sama. Kalian adalah satu seperjuangan meraih kelulusan. Trik saya diatas tadi akan sangat efektif jika dilakukan dengan kerja sama yang solid dan kompak.
Kekompakan itu juga harus dilatih, tryout-tryout yang ada mungkin adalah kesempatan yang baik untuk berlatih.

PENUTUP
Sekali lagi artikel ini hanya untuk lucu-lucuan saja. Yah mau curang atau tidak tergantung kalian aja deh.
Walaupun artikel ini bernilai negatif, tapi saya akan tetap berkata, semoga dapat bermanfaat kawan.
Goodluck!!

CARA CURANG UNAS BERKUALITAS PART.1


PERHATIAN!!
Artikel ini bertujuan hanya untuk lucu-lucuan saja. Sebenarnya saya sudah menulis artikel berkaitan dengan UNAS sebelumnya, namun tidak manteb kalau yang saya berikan yang positif-positif saja. Yah tahu sendiri jika menjelang unas pasti muak dengan tekanan-tekanan yang ada. Karena saya muak dengan keadaan seperti ini, terlintaslah pikiran-pikiran nakal untuk mengakali UNAS.
Nah sebenarnya artikel ini lahir saat saya mencatat kiat-kiat nyontek dari guru saya. Kiat-kiat inilah sebagai petuah terakhir yang diberikan sebelum murid-murid berperang dan saya mengembangkannya sedikit supaya lebih jitu dan makin manjur! Hehe
mari kita simak bersama-sama. . .

MAHLUK SOSIAL
Kita semua tahu bahwa manusia adalah mahluk sosial. Kita membutuhkan orang lain untuk hidup. Dalam ujian esok, jadilah manusia yang paling sosial. Berbagilah jawaban pada teman-teman lainnya. Jangan jadi orang yang egois, pedulilah pada temanmu yang kesulitan. Tentunya kalian tidak mau teman kalian tidak lulus sedangkan kalian sebenarnya bisa membantu. Tetapi juga ada batasnya, bertanyalah atau berilah jawaban kepada teman anda sebanyak yang sudah disepakati. Karena dalam UNAS kita juga mengejar nilai sendiri-sendiri. Jangan sampai teman anda yang bertanya pada anda, justru nilainya lebih tinggi daripada anda. Maka kecurangan ini hanya dapat mendongkrak nilai sebanyak kurang lebih 1 poin yang setara 5 atau 4 buah soal benar.

CARA MODERN
Dahulu,atau mungkin sekarang juga masih dilakukan oleh pelajar yaitu cara-cara menyontek tradisional. Entah menggunakan kutipan materi diatas kertas kecil, menulis kutipan di bagian-bagian tubuh, bertanya secara langsung, dll. Jika dipikir-pikir, apa semua cara tradisional itu akan efektif untuk digunakan saat ujian nasional? Saya meragukan hal itu.
Sebagai pelajar yang modern, yang dah hi-tech, yang tiap hari posting FB, hehe, ya MALU dong curang masih kayak gitu-gitu aja, ya kan?
Kita harus merevolusi cara-cara curang itu!
Menurut saya ada dua variabel proses nyontek yang bisa dimodifikasi yaitu :
1. Cara
2. Waktu
Tetapi saya tidak akan menyarankan Anda untuk curang menggunakan alat-alat canggih. Tapi dari cara itu akan saya modifikasi sedikit. Penjelasannya ada pada sub-sub bab berikut.

TEMPAT DUDUK
Saya tidak tahu pasti apakah pihak sekolah memberi tahu di mana tempat duduk saat ujian besok. Tapi bocoran tempat di mana kita akan duduk yaitu posisi tempat duduk saat tryout sekolah atau simulasi UNAS. Nah! Setelah kita tahu tempat duduk kita, saya kira membuat catatan kecil dimeja akan membantu.
Iya gak sih?
Tentu saja hal itu dilakukan sebelum hari-H.
Tulis seperlunya, sekecil-kecilnya, dan sesamar mungkin tetapi masih dapat dibaca walau mungkin harus dilihat, diraba, ditrawang!

BAHASA ISYARAT
Tidak mungkin kita menggunakan bahasa verbal untuk bertanya atau memberikan jawaban pada kawan seperjuangan. Disinilah bahasa isyarat berperan untuk berkomunikasi. Versi tradisionalnya yaitu dengan memberi sinyal jari,
1 = A
2 = B
3 = C
4 = D
5 = E, dan seterusnya.
Hemmm, sepertinya kurang efektif. Buatlah bahasa isyaratmu sendiri! Kalau perlu belajarlah sandi-sandi morse atau jenis sandi yang lain. Misalnya kalian memberikan sandi jawaban A = penghapus
B = pensil
C = rautan
D = penggaris
E = pulpen
nah untuk memberikan jawaban dapat menaruh benda sesuai jawaban ke sudut meja.
Hal itu berlaku hanya untuk sang pemberi jawaban. Tetapi untuk sang penanya, mungkin dgn isyarat jari akan lebih efektif karena ada 1-50 soal untuk ditanyakan. Jadi jika maw tanya nomor 35, ya penanya memberi isyarat 3 jari dan 5 jari pada yang ditanya.

Jumat, 12 Maret 2010

TIPS AND TRICK SIAP UNAS!


Tak bisa dipungkiri UNAS begitu penting karena menjadi tolok ukur kelulusan siswa. Banyak teman-teman saya tidak setuju dengan statement itu, karena menurut mereka sangat tidak adil jika masa pembelajaran mereka selama 3 tahun itu hanya ditentukan tamat atau tidaknya dengan adanya UNAS. Namun mau tidak mau kita sebagai pelajar harus menerima kenyataan itu dan UNAS menjadi sangat penting. Terkadang pentingnya melebihi ujian sekolah. Oleh karena itu perlu kesiapan yang matang untuk menghadapi UNAS. Lalu apa saja yang harus kita persiapkan? Sebentar lagi kita akan lagi kita akan membicarakannya, tetapi sebelumnya saya menyarankan sebaiknya persiapan menghadapi UNAS harus dilakukan sedini mungkin. Karena pada tahun terakhir biasanya waktu pembelajarannya relatif lebih singkat daripada tahun-tahun sebelumnya. Hal itu menyebabkan padatnya materi yang diberikan guru, yang lebih parah lagi jika target materi yang diberikan tidak tercapai karena kurangan waktu. Karena padatnya pembelajaran pada akhir tahun, perlunya strategi dalam menyiapkan UNAS.
Berikut hal-hal yang perlu disiapkan untuk menghadapi UNAS.

MENTAL
Jangan jadi orang yang bermental tempe, yang takut menghadapi sesuatu yang besar, yang nyalinya lebih kecil daripada anak kecil takut belajar naik sepeda. Mental yang kuat membuat kita akan lebih percaya diri bahwa kita mampu. Memberikan sugesti pada otak kita lebih baik daripada mencemaskan hal-hal yang tidak perlu. Dengan adanya sugesti positif akan membuat perasaan jauh lebih tenang sehingga persiapan yang kita lakukan dapat lancar, tidak berantakan dan jauh dari rasa terburu-buru.

ATUR WAKTU
Pengaturan waktu akan memberikan suatu kerapian dalam melakukan aktivitas. Jika biasanya anda melakukan aktivitas tanpa memperhatikan waktu yang ada, cobalah untuk mulai mengatur aktivitas dan segala kegiatan yang ada. Anda bisa memulai dengan membuat jadwal kegiatan anda sehari-hari. Jadwal ini akan membantu anda menemukan efisiensi waktu. Dengan begitu kita dapat menggunakan waktu pembelajaran yang singkat dngan efisien dan jauh dari sikap membuang-buang waktu. selain itu, membuat jadwal kegiatan, kita juga bisa menemukan waktu luang untuk kita bersantai atau istirahat sejenak. Kan biasanya siswa yang akan menghadapi UNAS mengeluhkan otaknya sudah penuh dengan materi pelajaran, nah dengan tahu waktu luang yang ada kita juga bisa menggunakan waktu tersebut dengan untuk refreshing sehingga menghindarkan kita dari stres.

MAKSIMALKAN WAKTU

Bersyukurlah kalian yang mapu menikmati fasilitas di bimbingan-bimbingan belajar yang ada untuk menunjang keberhasilan UNAS anda. Tapi jika memang orang tua tidak mampu membiayai, belajar lewat guru di sekolah pun juga tidak apa-apa. karena jika dipikir-pikir sama saja jika kita ikut bimbingan belajar atau tidak. Jika memang teman anda banyak yang ikut bimbingan belajar mengikuti jadwal pembelajaran tiap sore, coba anda juga mengikuti jadwal mereka dengan belajar di rumah. Jika mereka dapat banyak latihan soal, fotokopi saja soal itu. Jika mereka mendapat cara-cara jitu dalam belajar, tanyalah pada teman anda itu bagaimana caranya. Jika anda seperti itu, anda sama juga sudah mengikuti bimbingan belajar, GRATIS! hehe
Karena kan bisa saja hanya sugesti jika ikut bimbingan belajar, maka akan dijamin lulus UNAS. selain itu jika dipikir-pikir, guru di sekolah dengan pengajar pada suatu bimbel ya sama saja tuh. tinggal pemanfaatannya saja yang kadang kurang maksimal. So, maksimalkan fasilitas yang ada!

PERFORMA PRIMA
Jaga kesehatanmu! Karena sangat tidak lucu jika anda sakit dikala UNAS. Secara otomatis performa yang prima memaksimalkan hasil yang didapat. Banyak sekali kok cara untuk tetap bugar. kalau anda punya waktu, cari saja majalah yang menyediakan panduan untuk tetap sehat. Selain itu di internet pasti juga banyak, tinggal kli klik klik pasti dapet deh..
Berusahalah tetap prima menjelang hingga saat UNAS.

KUASAI MATERI
Bagiman kita lulus UNAS jika tidak menguasai materi dengan baik? Penguasaan materi sangat mutlak dibutuhkan, namun mari kita bicarakan bagaimana kiat-kiat menguasai materi secara baik. Setiap mata pelajaran yang di-UNAS-kan mempunyai SKL yang telah ditetapkan. SKL tersebut sebagai daftar materi yang harus anda kuasai dalam mata pelajaran terkait. Menjelang UNAS pasti juga banyak sekali tryout(TO) yang diadakan sekolah maupun luar sekolah. TO juga sangat membantu kita untuk mengenal lebih banyak bentuk-bentuk atau variasi soal. Tetapi TO juga da kekurangannya lho. Jangan banyak mengikuti TO! ikuti satu atau dua kali saja untuk referensi soal-soal, lagian di sekolah juga pasti banyak juga penjajakan yang dilakukan. Nah dampak buruknya jika kalian dapat niali yang terus menerus buruk pada setiap TO. hal itu dapat menyebabkan mental kalian down dan membuat kalian kurang PD. Lagian kan bukan TO luar sekolah yang menjadi acuan soal UNAS besok. Malahan soal-soal dari TO sekolah yang harus kalian pelajari karena itulah acuan yang benar. Nah kalau kalian sudah mengikuti banyak TO kayak gitu, harus selalu ada evaluasi dari penyelesaian soal-soalnya, apalagi yang susah susah. Jika kalian mengikuti TO dan tidak membahas soal di dalamnya, omong kosong kalian mengikuti TO.

CEPAT DAN TEPAT
Jika kalian merasa kekurangan waktu untuk mengerjakan keseluruhan soal, hemmmm berarti kalian belum menguasai seluruh materi dengan baik. Nah misalkan saja kalian mengerjakan soal matematika, dan kalian merasa kekurangan waktu. Jangan menyalahkan waktu! Kalian yang kurang mengusai materi! Karena jika kita kurang mengusai materi berarti ada soal yang tidak bisa kita kerjakan dan itu sangat menyita waktu yang lama. Sebaliknya jika kalian sudah menguasai materi dengan baik maka mengerjakan satu soal pun bisa tidak lebih dari 2 menit atau 3 menit, karena akan sangat mudah dan malah kalian akan merasa waktu yang diberikan sangat banyak.

Semoga dengan artikel ini, dapat membantu siswa-siswi yang membaca menjadi lebih bisa menyiapkan UNAS mereka.
KEEP ON UR SPIRIT!!

Kamis, 11 Maret 2010

DAH GAK JAMANNYA LAGI PHOBIA UNAS


Wah! Sebentar lagi kita bakal menghadapi UNAS nih! Ujian Nasional seakan menjadi puncak dari pembelajaran siswa selama kurang lebih 3 tahun. Hal itu terjadi karena UNAS seakan-akan menjadi tolok ukur kelulusan siswa. Ya kalau dipikir kan tidak sepenuhnya seperti itu, namun itulah yang terjadi di lapangan. Tidak sedikit juga siswa yang malah mempunyai phobia karena akan menghadapi UNAS. UNAS bagaikan momok bagi mereka, muncul rasa takut gagal dan kecemasan yang berlebihan karenanya sehingga ujung-ujungnya streslah yang muncul.
Nah! Dalam artikel ini mari kita coba untuk memberikan kesempatan pada kita untuk berpikir positif secara logis dalam menyiapkan UNAS, supaya kita terhindar dari stres yang sebenarnya tidak perlu. Kenapa? Untuk mengetahui kenapa stres sangat tidak perlu, mari kita ketahui apa itu stres dan dampak-dampaknya berikut ini.

STRES
Adalah suatu keadaan batin yang diliputi kekhawatiran akibat perasaan seperti takut, tidak aman, ledakan perasaan yang berlebihan, cemas dan berbagai tekanan lainnya yang merusak keseimbangan tubuh.
Dampak yang timbul pun sangat banyak, namun dampak-dampak yang langsung berpengaruh pada kesiapan kita menghadapi UNAS yaitu :
1. Cemas dan panik
2. Mengeluarkan keringat berlebih
3. Kesulitan tidur
4. Migrain
5. Melemahnya sistem kekebalan
6. Hilangnya kepercayaan diri
7. Kesulitan melakukan gerak atau diam
8. Ketidakmampuan memusatkan perhatian
9. Mudah tersinggung
(www.Harunyahya.Com,artikel-stres dan depresi akibat tidak menjalankan agama)

Dengan mengetahui apa itu stres beserta sebab akibatnya, pastinya kita dapat menghindari stres pada masa pra-UNAS. Jika kita melihat lagi dampak dari stres hubungannya dengan pengaruh dari kesiapan kita, sangat fatal jika kita mengalami stres. Bayangkan saja jika kita mengalami :
1. Cemas dan panik : biasanya muncul saat hari H ujian. Jika kita cemas dan panik, akan membuat pikiran tidak fokus dan kurang teliti dalam mengerjakan soal.
2. Mengeluarkan keringat berlebih : wah! Dapat membasahi LJK tuh! Ntar LJK gak bisa kebaca scaner, dan yang lebih parah lagi bisa menimbulkan bau badan yang tak terkendali.
3. Kesulitan tidur : jika terjadi secara terus-menerus akan menyebabkan kurang istirahat dan berujung pada kesulitan berkonsentrasi karena mengantuk.
4. Melemahnya sistem kekebalan : akan membuat kita mudah terserang penyakit.
5. Hilangnya kepercayaan diri : kurang PD menghadapi ujian membuat seseorang tergoda untuk berbuat curang dengan mencontek.

Nah! Dengan kata lain, jika kita stres akan mengalami komplikasi dari dampak stres di atas. Bisa disimpulkan sendiri jika keadaan kita seperti itu apa kita akan dapat menghadapi UNAS dan lulus? Tentu saja tidak!

Jadi jauhkanlah diri kita dari penyebab stres yang ada seperti kekhawatiran atau ketakutan yang berlebihan terhadap UNAS.
Lalu bagaimana kita bisa tenang-tenang aja menghadapi UNAS? Coba kita bicarakan ini lebih dalam.

STRATEGI JITU = PERSIAPAN MATANG
Hey! Karena memang UNAS adalah hal yang penting bagi kita sebagai pelajar, maka strategi yang jitu perlu kita rencanakan sedini mungkin.
Bayangkan saja kita akan menghadapi perang besar, tanpa strategi, bagaimana kita akan memenangkan peperangan itu?
Menang berarti lulus, lulus menjadi harga mutlak yang tak bisa ditawar. Lalu bagamana strategi yang baik untuk menghadapi UNAS? Cukup sederhana, yaitu cukup dengan persiapan yang matang.
Persiapan itu dapat dilihat pada artikel "TIPS AND TRICK SIAP UNAS!" pada blog saya ini.
Sekarang jika sudah siap menghadapi UNAS, apa lagi yang harus ditakutkan?

KESIMPULAN

Jadi buat apa phobia UNAS atau dengan kata lain memiliki ketakutan dan kekhawatiran yang berlebihan. Phobia itu hanya akan menimbulkan stres pada diri kita. Seperti yang sudah kita baca tadi, dampak stres sangat merugikan diri sendiri karena akan mengganggu dalam persiapan kita menghadapi UNAS. Sebaliknya seharusnya kita tidak perlu takut atau cemas dan harus mempersiapkan segala sesuatunya. Kesiapan yang matang dapat membuat kita selalu siap menghadapi soal-soal yang ada.
SEMANGAT!!

Rabu, 24 Februari 2010

Atomisasi

A. Atomisasi Dengan Nyala
Pada Spektrofotometri Serapan Atom dengan nyala, larutan sampel disediakan dalam bentuk larutan (cairan) dan atomisasi dilakukan dengan memasukkan larutan sampel ke dalam nyala gas bahan bakar.
Pada AAS, perbandingan antara jumlah atom pada tingkat tenaga tinggi dengan jumlah atom pada tingkat tenaga dasar diharapkan sekecil mungkin. Hal itu berarti jumlah atom pada tingkat tenaga dasar cukup besar dan jumlah atom yang tereksitasi cukup kecil. Hal ini dapat dicapai dengan mengatur besarnya suhu.
Pemakaian nyala api sebagai alat atomisasi merupakan metode yang paling banyak dipakai. Sebenarnya, pemakaian nyala api memiliki beberapa kekurangan yaitu:

1) Efisiensi pengatoman di dalam nyala rendah sehingga membatasi tingkat kepekaan analisis.
2) Penggunaan gas yang banyak, bahaya ledakan.
3) Jumlah contoh yang dibutuhkan relatif banyak.

Proses pembakaran menggunakan empat macam nyala yaitu:

1) Nyala Udara-Asetilen (Udara-C2H2)
Nyala dapat digunakan pada hampir semua atom dan mempunyai temperatur maksimum 2300 ºC.
2) Nyala Oksida-Asetilen (N2O-C2H2)
Nyala ini mempunyai temperatur tinggi (maksimumnya 2955 ºC) dan digunakan untuk atom yang teratomisasi pada suhu tinggi seperti Al, V, dan Ti.
3) Nyala Udara-Hidrogen (Udara-H2)
Nyala ini baik untuk analisa atom yang mempunyai panjang gelombang rendah, seperti Zn, Cd, Sn, dan Pb.
4) Nyala Udara-Argon (Udara-Ar)
Nyala ini baik untuk analisa atom yang mempunyai panjang gelombang lebih rendah dari 2000 Ã…, seperti As (1937 Ã…), atau Se (1960 Ã…).

B. Atomisasi Tanpa Nyala (Atomisasi Dengan Furnace)
Atomisasi ini biasa dilakukan dengan menggunakan energi listrik pada batang karbon atau Carbon Red Atomizer (CRA) yang biasanya berbentuk tabung grafit. Lalu tabung dipanaskan sampai mencapai suhu yang tinggi sehingga sampel akan teratomisasi.
Temperatur tabung grafit dapat diatur dengan merubah arus listrik yang dilewatkan. Sehingga kondisi temperatir optimum untuk atomisasi unsur dapat dicapai dengan mudah. Temperatur dapat diprogram sehingga pemanasan grafit dapat dilakukan secara bertahap.

Tahapan-tahapan dari pemanasan grafit antara lain:
1) Tahap Pengeringan (Drying)
Pada tahapan ini arus diatur 15 A - 20 A sampai diperoleh suhu sampel kira-kira 100ºC dan terjadi penguapan air secara sempurna.
2) Tahap Pengabuan (Ashing)
Pada tahapan ini suhu dinaikkan sampai 300ºC sehingga molekul-molekul senyawa anorganik mengalami pirolisis (pemecahan tanpa oksigen). Uap atau gas hasil pirolisis keluar dari alat atomisasi dan yang tinggal adalah senyawa anorganik yang stabil dan atom logam bebas.
3) Tahap Pendinginan
Suhu diturunkan sampai 20ºC untuk menjaga senyawa onorganik yang stabil dan atom bebas tidak terabukan lebih lanjut dan tetap pada keadaan dasar.
4) Tahap Atomisasi
Pada tahap ini, tungku dipanaskan sampai 2000ºC untuk menguraikan senyawa yang tersisa menjadi bebas dan menggerakkan ke berkas sinar sehingga bisa mengabsorbansi berkas katoda yang dilewatkan.
Atomisasi pada grafit ini memberikan kepekaan atau sensitifitas yang lebih tinggi daripada atomisasi dengan nyala sebab efisiensi pada atomisasi tabung grafit lebih tinggi yaitu sebesar 90 % sedangkan pada nyala hanya 10% tetapi gangguan matrik pada furnace lebih besar daripada nyala.

C. Atomisasi Dengan Metode Penguapan (Vapour Generation Method)
Metode ini dapat digunakan untuk analisa logam-logam As, Bi, Se, Te, Pb, Mg. Pada metode ini menggunakan peraksi kimia untuk atomisasinya sehingga logam yang dianalisis dalam sampel dapat diuapkan dalam bentuk molekuler sederhana atau atom bebas. Metode ini memberikan sensitifitas lebih tinggi dibanding metode nyala maupun CRA.

Preparasi Sampel

Saya mengenal alat ini ketika saya melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Tepatnya saya PKL di Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB), itu lho yang ada di Jalan Babarsari. PKL saya itu sebagai latihan kerja jika besok setelah saya lulus dari Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) tercinta ini, saya tidak kaget dengan lingkungan kerja yang akan saya hadapi nanti. Kembali ke LAPTOP! Setelah saya masuk ke PTAPB itu, saya ditempatkan di Bidang Kimia dan Teknologi Proses Bahan. Singkat kata, padah hari pertama saya PKL, saya langsung disuruh untuk MENCUCI!
Pada awalnya saya mengira bahwa saya (bersama teman saya) hanya dikerjain pada saat itu, namun setelah saya menyadarinya, saya sangat bersyukur saya telah mengerjakan tugas cuci-cuci itu dengan baik dan bersungguh-sungguh. Hal itu dikarenakan, proses pembersihan wadah tersebut adalah salah satu proses sebelum kita menganalisis secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Inilah tahap-tahap analisa Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) yang saya kerjakan saat saya PKL.

1. Persiapan Wadah
Tahap ini sangat menentukan, karena bila terjadi kontaminasi terhadap wadah dan peralatan preparasi, maka data yang dianalisa tidak dapat dipertanggung jawabkan.
Oleh karena itu dilakukan pencucian wadah dengan cara:
1) Cairan dalam botol vial poly ethylen dikeluarkan.
2) Botol dicuci dengan air sambil disikat bagian dalam dan luarnya.
3) Kemudian dibilas dengan air dan aquades, kemudian direndam dalam larutan HNO3 1:3 selama semalam.
4) Botol kemudian dibilas dengan aquades selama 2-3 kali lalu dikeringkan dalam oven pada suhu 600C sampai kering.
5)Botol disimpan dalam plastic klip dan siap digunakan

Seperti itulah hal yang saya sebut tadi dengan “cuci-cuci”, ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Namun saya tekankan lagi bahwa semua tahap analisa secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) ini adalah PENTING! Jadi usahakan dalam penyucian wadah ini harus sampai BERSIH, supaya cuplikan yang akan dianalisa tidak terkontaminasi oleh zat lain.

2. Persiapan Awal Sample
Sample sebelum digunakan harus diinventaris terlebih dahulu supaya di kemudian hari tidak terjadi kesalahan di kemudian hari dalam analisis. Pada praktik tidak dilakukan persiapan awal karena sampel yang diterima sudah dalam bentuk serbuk yang sangat halus. Tetapi jika sampel yang dibutuhkan masih dalam ukuran yang cukup besar, dilakukan preparasi sampel dengan cara:
1)Mortar terlebih dahulu dicuci dengan air dan dikeringkan dengan tisu.
2)Sample dimasukan dalam mortar kemudian dihaluskan sampai 100 mesh.
3)Sample yang sudah halus dan lolos ayakan 100 mesh, kemudian masukkan dalam plastic klip yang sudah diberi label.
4)Setelah selesai digunakan, mortar dicuci dan keringkan.

Pada tahap ini mungkin dibutuhkan suatu ketekunan dan kesabaran kita dalam menggerus sampel yang berupa padatan hingga lolos ayakan 100 mesh. Karena jika kalian tidak tahu seberapa lubang dalam ayakan 100 mesh saya akan meniskripsikan pada anda bahwa lubangnya SANGAT KECIL! Hehe, lalu tahap berikutnya adalah:

3.Pelarutan Sample

Sample harus berbentuk cairan agar dapat dianalisis dengan metode AAS, maka sample dilarutkan terlebih dahulu. Pelarutan sample dilakukan dengan 2 tahap :
1)Tahap pelarutan sample dengan bom digesti (pemanasan tertutup)

a) Timbang cuplikan atau sample masing-masing ±200 mg dengan menggunakan neraca analitik.
b) Pada teflon bom digester yang berisi sampel di tambah HNO3 65% ± 5 ml dan HF ±0,5 ml, kemudian teflon bom digester ditutup rapat dan panaskan pada suhu ±150oC selama 8 jam dalam furnace.
c) Setelah dipanaskan selama 8 jam dan teflon bom digester di keluarkan dari furnace, maka sample di pindah ke beaker Teflon untuk diproses selanjutnya.

2) Tahap penghilangan asam (pemanasan terbuka)

a) Sample yang ada pada teflon bom digester ke beker teflon ditambah aquades sampai ± setengah dari volume beaker Teflon, dan dipanaskan di atas kompor penangas pasir.
b) Setelah larutan sampel tersebut menguap hingga ±10 ml,kemudian ditambah aquades lagi sekitar setengah dari volum beaker Teflon, secara berulang-ulang.
c) Dilakukan penepatan volume sample sebanyak 10 ml dengan labu ukur hingga tanda batas.
d) Kemudian sampel dimasukkan dalam botol dan diberi label.

Pada tahap ini selain untuk menghancurkan cuplikan berupa padatan tadi, juga berfungsi untuk melepaskan ikatan suatu senyawa menjadi unsur-unsur. Karena bila misalnya kita menganalisa logam Fe namun Fe tersebut masih berikatan dengan unsur lain dan menjadi suatu senyawa, maka Fe tersebut tidak akan terdeteksi karena Fe tidak menyerap energi radiasi. Akibatnya pengukuran tidak akurat.
Jangan lupa juga kalian membuat larutan standar yah, nah fungsi larutan standar ini adalah untuk membuat suatu grafik kalibrasi. Grafik kalibrasi dibutuhkan oleh SSA untuk membandingkan absorbansi yang terbaca dalam sampel sehingga didapatkan konsentrasi suatu unsur yang dianalisa. Pembuatan larutan standar dapat disesuaikan dengan perkiraan banyaknya kandungan unsur yang dianalisa dalam suatu sampel. Contohnya jika kita menganalisa kadar Pb dalam tanah permukiman sehat, tidak mungkin kita akan membuat deret standar 1 ppm-20 ppm, namun dapat diperkirakan dalam tanah suatu permukiman sehat itu pasti kadar Pbnya mungkin akan lebih kecil dari 10 ppm, maka kita buat deret standar dengan range 0 ppm - 10 ppm dengan rincian sebagai berikut: 0 ppm, 1 ppm, 3 ppm, 5ppm, 7 ppm, 10 ppm. Jadi kita harus membuat satu per satu deret standar tersebut. Larutan standar dibuat dari larutan induk sesuai unsur yang akan dianalisa. Jika kita akan menganalisa unsur Pb ya kita buat larutan standar dari larutan induk Pb. Biasanya larutan induk dibuat dengan kadar 1000 ppm, nah untuk mendapatkan konsentrasi yang lebih kecil, kita tinggal mengencerkannya sesuai kebutuhan dan perhitungan pengenceran.
Setelah pelarutan sampel dilakukan, maka sampel berupa cairan tersebut baru dapat dianalisa menggunakan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Karena banyak sekali jenis dari alat ini, saya tidak akan menjelaskan cara untuk mengoperasikan alat ini karena berbeda jenis SSA, berbeda pula cara pengoperasiannya.

Lampu Katoda Berongga



Lampu ini merupakan sumber radiasi dengan spectra yang tajam dan mengemisikan gelombang monokromatis. Elektroda-elektroda ini berada dalam tabung gelas dengan jendela quartz karena panjang gelombang emisinya sering berada pada daerah ultraviolet. Tabung gas tersebut dibuat bertekanan rendah dan diisi dengan gas inert Ar atau Ne. Beda voltase yang cukup tinggi dikenakan pada kedua elektroda tersebut sehingga atom gas pada anoda terionisasi. Ion positif ini dipercepat ke arah katoda dan ketika menabrak katoda menyebabkan beberapa logam pada katoda terpental dan berubah menjadi uap. Atom yang teruapkan ini karena tabrakan dengan gas yang berenergi tinggi, ketika kembali ke keadaan dasar atom-atom tersebut memancarkan sinar dengan panjang gelombang yang karakteristik untuk unsur katoda tersebut.

Selasa, 26 Januari 2010

Analisa Secara Spektrofotometri Serapan Atom

Berikut ini adalah analisis yang bisa kita lakukan menggunakan SSA:
1.Analisis Kualitatif
Analisis ini dapat dilakukan dengan lampu katoda berongga sesuai dengan unsur yang dianalisis. Jika pada panjang gelombang dan lampu katoda tertentu larutan memberikan absorbansi, maka sampel mengandung unsur sesuai dengan lampu yang digunakan.
2.Analisa Kuantitatif
Analisis ini digunakan pada larutan sampel dan larutan standar. Cara yang biasa digunakan yaitu:
1)Metode Dengan Standar Unsur
Dilakukan dengan membuat kurva kalibrasi antara absorbansi dengan konsentrasi larutan standar. Konsentrasi larutan sampel dapat ditentukan dengan cara menginterpolasikan absorbansi larutan sampel pada kurva kalibrasi.
2)Metode Dengan Standar Adisi
Cara ini cocok untuk sampel yang mengandung matriks yang sangat kompleks dan konsentrasinya tinggi. Pada metode ini dibuat sederetan sampel dengan konsentrasi yang sama, dan masing-masing ditambah larutan standar dari unsur yang akan dianalisis dari konsentrasi 0 sampai konsentrasi tertentu. Absorbansi masing-masing larutan diukur pada panjang gelombang resonansinya kemudian dibuat kurva absorbansi vs konsentrasi standar yang digunakan. Dengan mengekstrapdasikan kurva ke dalam sumbu konsentrasi yang menyatakan konsentrasi unsur di dalam cuplikan yang diukur.
3)Metode Analisis Mikro
Metode ini digunakan untuk larutan yang mempunyai absorbansi kecil. Dilakukan dengan memperbesar skala pembacaan atau memperbesar faktor perbesaran. Konsentrasinya dihitung dengan cara kalibrasi.

Sabtu, 23 Januari 2010

Anak-Anak Sekolah, Bersih-Bersih Sekolah


Anak-Anak Sekolah, Bersih-Bersih Sekolah

Kemarin Jumat sebenarnya sudah diumumkan bahwa pada hari sabtu (23/1) hari ini akan dilakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah. Tapi dasarnya pelupa, ya saat sabtu pagi itu saya sedikit memperhatikan pengumuman lewat speaker mengenai pembagian tugas kerja bakti yang sebenarnya saya sudah tahu.
Pagi itu sangat cerah karena biasanya hujan datang saat tengah hari atau menjelang petang. Saat jam menunjukkan pukul 07.00 WIB, seluruh warga Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) Yogyakarta menuju tempat-tempat yang sudah ditentukan menurut pembagian tugas untuk kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah. Kegiatan kerja bakti ini rutin dilakukan setiap sabtu pagi mulai pukul 07.00 dan dilakukanselama kurang lebih setengah jam. Tetapi bagi saya setengah jam itu sudah sangat bermanfaat. Terus apa aja manfaat dari kerja bakti ini???

Lingkungan Jadi Bersih
Tentu saja dampak langsung yang dapat kita rasakan setelah kerja bakti dilakukan yaitu lingkungan akan menjadi bersih. Iya kan? Di sekolah biasanya masih banyak kecenderungan para siswa siswinya yang MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN! Sehingga banyak juga sampah sampah anorganik berupa bungkus permen, plastik, dll yang berserakan di sudut-sudut halaman maupun di sudut-sudut kelas. Nah dengan kerja bakti ini, sampah sampah anorganik yang berbulan bulan atau bahkan bertahun tahun sudah tertimbun, akhirnya tersentuh dan akhirnya dapat masuk juga dalam bak sampah.
Lihat nih bak sampahnya mpe penuh!


Meningkatkan Kepedulian Kita Terhadap Lingkungan

Nah ini dia yang terpenting. Dari sejak manusia menginjak planet bumi ini, manusia otomatis bertanggungjawab untuk menjaga planet bumi dengan baik karena bumi adalah tempat tinggal kita. Seperti rumah sebagai tempat tinggal, tempat berlindung, tempat berkumpul bersama keluarga. Bayangkan saja jika rumah kita itu kotor, tidak terawat, dan bahkan rusak, pasti tidak akan nyaman untuk ditinggali. Seperti halnya bumi kita ini, jika kotor, tidak terawat, atau bahkan rusak, pasti juga tidak akan nyaman untuk ditinggali. Contohnya yang sudah kita rasakan sudah sejak lama yaitu terjadinya pemanasan global. Itulah salah satu contoh kerusakan bumi yang diakibatkan oleh ulah kita sendiri yang kurang sadar untuk menjaga bumi dan cenderung selalu mengotori bumi. Nah, dengan melakukan kebiasaan kerja bakti seminggu sekali ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Menambah Keakraban Antar Warga Sekolah
Nah, ini dia yang menyebabkan acara kerja bakti menjadi lebih menyenangkan. Sabtu pagi itu, seluruh warga SMTI YO tumpah ruah mrnyisihkan setengah jam dari waktu mereka selama seminggu itu untuk kerja bakti. Artinya pasti akan terjadi interaksi antara siswa siswi, guru guru, dan karyawan. Tidak terelakkan lagi dalam kesempatan kerja bakti kerja bakti itu akan terjalin hubungan yang lebih baik lagi antar warga sekolah. Sehingga kerja bakti tidak akan menjadi suatu beban, namun menjadi aktivitas yang menyenagkan, atau bahkan akan selalu ditunggu tunggu kehadirannya.

Terbentuknya Rasa Memiliki
Memang tidak dipungkiri bahwa kerja bakti itu bikin CAPEK! Hehe, tapi capek karena kerja bakti itu membuat para partisipan menjadi tumbuh rasa saling memiliki, dalam hal ini adalah saling memiliki sekolah. Karena siapa yang mau, lingkungan yang sudah capek-capek dibersihin, E, E, E, E, tiba-tiba ada yang membuang sampah sembarangan dengan ringannya, wah bisa-bisa kena pukul orang yang sudah menjaga lingkungan itu tetap bersih. Itulah yang saya maksud engan rasa saling memiliki itu.
Jadi walaupun kerja bakti yang kita lakukan setiap minggu itu kelihatan hanya seperti kegiatan kecil saja, namun manfaatnya cukup gede juga kan...
Ingat juga kebersihan adalah sebagian dari iman. Kebersihan adalah cermin kepribadian. Maka dari itu kebersihan adalah penting, karena tidak mungkin orang yang rajin mandi dua kali sehari, tidak menjaga kebersihan lingkungan. Bisa jadi pertanyaan juga jika kalian masih membuang sampah sembarangan berarti kalian jarang mandi juga. Hahahaha wah jadi ngaco artikelnya,,,
Intinya, KEEP OUR EARTH CLEAN aja lah!!
WOKEYYY???!!

Jumat, 20 November 2009

tips and trick sukses ujian PKL!!!

Halo halo semua siswa siswi kelas 3 SMTI Yogyakarta yang kini sedang melaksanakan PKL di instansi maupun di pabrik pabrik guedhe. Ku punya tips and trick ne buat kalian bisa sukses dalam ujian PKL kalian yang mungkin beberapa minggu lagi akan dilakukan. Hemmmm mungkin bagi kalian ini hal yang sepele namun jika kita sadari mulai sekarang, nilai di balik lembar sertifikat kalian itu penting lohhhh!
Yahh anggap aja nilai kalian itu cuma diantara 70-80, siapa pun yang liat gak kan terheran karena di bawah tabel penilaian kalian tertulis notes bahwa interval penialaian hanya dari 60 sampai 100. jangan sampai lah hal itu menimpa kalian karena kalian asal asalan dalam melakukan PKL. Ini adalah beberapa tips untuk kalian biar kalian memang bisa dibilang kompeten dengan 'm'. CHECK IT OUT!
1. Sungguh sungguh lah!!
Gak perlu panjang kalimat untuk menjelaskannya, mungkinkalian dah tahu kalau kalian PKL itu harus sungguh sungguh. Lakukan semua pekerjaan yang pembimbing kalian suruh, jangan terlalu banyak mengeluh. Jawablah perintah pembimbing kalian dengan tegas. Hal ini mempengaruhi nilai kalian dalam aspek kelakuan. Pembimbingku di BATAN bilang kalau kalian bisa melaksanakan pekerjaan dengan baik, berarti kalian bisa bekerja juga dengan baik.
2. Perhatikan apa yang kamu kerjakan
Bila kalian sudah terbiasa mengamati secara runtut cara kerja yang ada di buku panduan proksimat misalnya, kalian mungkin dah terbiasa meruntutkan semua pekerjaan kalian dengan cara kerja. Karena kan biasanya prosedur kerja dalam kalian PKL kan tidak tertulis secara gamblang hitam diatas putih, namun yang kalian terima adalah berupa instruksi kerja berbentuk verbal (diucapkan). Ini tips untuk kalian yang kurang terbiasa memperhatikan cara kerja kalian saat PKL. Hal yang perlu kalian lakukan adalah tulis cara kerja kalian. Itu saja kok, hindari juga mengawang awang dalam pikiran apa yang kalian kerjakan. Kalau lupa kan kalian sendiri yang susah.
3. Perhatikan juga hal hal kecil
Ingat bahwa suatu yang besar tak lepas dari suatu yang kecil. Contohnya adalah senyawa dibentuk dari unsur, unsur terbentuk dari atom, atom terbentuk dari muatan muatan, muatan itu ada proton neutron dan elektron. Nilai ujian kalian besar juga tak lepas dari sesuatu yang kecil. Maka mulai sekarang biasakan memperhatikan hal hal kecil yang mungkin kalian selalu melewatkannya. Contohnya saya tadi melakukan destruksi cuplikan dengam metode bomb digester. Dalam prosesnya, cuplikan berupa batako 200mg ditambah dengan HNO3 5ml dan HF 0,5ml lalu dimasukkan ke dalam teflon. Mana hal kecilnya? Tersiratkah di dalam pikiran kalian pertanyaan ini: apa fungsi HNO3? Kenapa harus dengan HNO3? Kenapa tidak menggunakan asam yang lain? Mengapa juga harus ditambahkan HF? Kenapa juga harus menggunakan teflon?
Itulah hal hal kecil yang saya lewatkan dalam praktek saya, padahal hal hal seperti itulah yang mungkin pembimbing tanyakan dalam ujian kalian.
4. Bersosialisasilah!
Jangan sampai kalian kuper dalam hal ini. Jangan sampai kalian sendiri tidak tahu di mana tempat tinggal pembimbingmu. Mungkin akan kedengaran aneh, tapi itulah yang namanya bersosialisasi atau dala bahasa jawanya yaitu "srawung". Jalinlah hubungan yang baik dengan pembimbingmu. Hal ini akan membuat suasana kerja kalian menjadi lebih kondusif dan kalian juga jadi gak canggung kalau mau tanya tanya dengan pembimbing kalian sediri. Srawung juga sama pegawai yang ada di sana. Hal ini juga mempengaruhi nilai kalian lho, kalau kalian akrab dan menjalin hubungan yang baik dengan pembimbing kalian mungkin pembimbing kalian akan sedikit murah memberikan nilai dalam ujian kalian.
Tips and trick itu kalau kalian lakukan yah mungkin akan sedikit bermanfaat buat kalian.
Yahhh yang bisa ku sampein ke kalian Cuma itu aja. Pokoknya kita saling support demi kelancaran PKL kita,, okkayy??!!!
Kalau kalian punya tambahan untuk artikel ini,, tinggal dikomen aja.
Salam SMTI YO!!

Rabu, 18 November 2009

Gangguan-Gangguan pada Analisa menggunakan AAS dan Cara Mengatasinya

Gangguan-Gangguan pada Analisa dan Cara Mengatasinya

a. Serapan Latar (Background Absorption)
kadang-kadang sinar yang diberikan dari lampu katoda rongga diserap oleh senyawa-senyawa lain yang terkandung di dalam sampel atau di dalam nyala yang diukur. Adanya serapan ini akan mengganggu pada pengukuran serapan atom dari unsur-unsur yang dianalisis, gangguan dari serapan ini disebut serapan latar (background absorbsion). Serapan latar antara lain disebabkan oleh:

1) Serapan molekuler dan atau disebabkan oleh senyawa-senyawa yang tidak beratomisasi dalam atomizer.

2) Hamburan sinar yang disebabkan oleh partikel-partikel padat yang halus melintang berkas sinar.

3) Serapan nyala bahan bakar yang digunakan
Serapan latar pada umumnya mengganhu pada unsur yang mempunyai panjang gelombang di bawah 2500 A (daerah ultra lembayung). Pada atomisasi tanpa nyala (CRA) gangguan serapan lataq dapat terlihat karena adanya asap bila atomisasi cuplikan pada suhu relatif rendah, gangguan ini dapat dihilangkan sempurna selama tahap pengabuan, sehingga tidah ada asap yang ditimbulkan pada tahap ionisasi. Gangguan ini dapat diatasi dengan bekerja pada panjang gelombang yang lebih besar dan dengan nyala yang suhunya lebih tinggi, dapat pula diatasi dengan mengukur besarnya penyerapan lata tersebut dengan menggunakan sumber sinar yang memberikan pancaran continue, misal pada lampu katoda Ni yang diisi gas hidrogen.

b. Gangguan Matrix
Yaitu gangguan yang disebabkan adanya unsur-unsur atau senyawa-senyawa lain yang terkandung di dalam sampel. Adanya matrix ini menyebabkan sifat-sifat fisik dari setiap sampel (baik berupa larutan maupun padatan) akan tidak sama, lebih-lebih jika dibandingkan dengan standar murni. Adanya perbedaan kandungan matrik ini akan mengakibatkan perbedaan dalam proses atomisasinya dan proses penyerapan energi radiasi oleh atom-atom yang dianalisa.
Gangguan ini dapat diatasi dengan menyesuaikan kandungan komponen-komponen matrix yang mayor dengan jumlah yang berlebihan pada preparasi standar dan cuplikan. Metode laim yang sangat baik untuk mengatasi gangguan matrix ini adalah dengan metode penambahan standar (standar addition method).

c. Gangguan Kimia
Yaitu gangguan yang disebabkan oleh adanya komponen yang membentuk senyawa stabil secara termal dengan unsur yang dianalisa, yang tidak dapat terdiasosiasi sempurna komponen atomisasinya. Misal adanya ion phospat pada penentuan Ca dengan atomisasi dengan nyala udara asetilen. Ion phospat akan membentuk senyawa stabil dengan Ca yang sulit untuk diatomisasikan secara sempurna.
Gangguan ini dapat diatasi dengan menambah unsur lain yang berlebihan pada cuplikan dan standar, yang unsur ini juga akan membentuk senyawa yang stabil dengan ion phospat secara termal, misal dengan penambahan Ca. Cara lain yaitu dengan menaikkan suhu nyala untuk memecahkan senyawa stabil yang terbentuk, tetapi cara ini kurang memberikan hasil yang memuaskan.

d. Gangguan Ionisasi
Gangguan ini terjadi pada penggunaan suhu yang tinggi, sehingga atom-atom yang akan dianalisa tidak hanya teratomisasi pada tingkat tenaga dasar tetapi atom-atom dapat tereksitasi secara termal karena panas dan bahkan terionisasi.
Gangguan ini dapat diatasi dengan menambah unsur logam yang berlebihan yang dapat dengan mudah terionisasi sehingga menghasilkan elektron dengan jumlah besar dan menekan proses ionisasi unsur yang akan dianalisa. Umumnya dengan menambah logam Na atau K untuk gangguan ionisasi ini.

e. Gangguan Spektra
Pada metode analisis AAS, gangguan spectra jarang sekali terjadi karena panjang gelombang setiap serapan atom adalah karakteristik. Gangguan spektra dapat terjadi jika serapan atom yang dianalisis tumpang tindih dengan garis spektra lain, sehingga untuk mengatasinya dipilih panjang gelombang serapan karakteristik yang lain.