Catatan LKMM-TD 2012

Foto-foto dari catatan penulis saat mengikuti Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa-Tingkat Dasar. Selengkapnya di Galeri Foto.

QUOTES OF LIFE

Sebuah postingan yang berisi "QUOTES" lahir bagi sang penginsirasi hidup saya, ayah yang telah mengajariku bagaimana menatap dunia dengan sudut pandang yang berbeda.

Spektrofotometri Serapan Atom

Ini adalah tugas akhir penulis ketika di Sekolah Menengah Teknologi Industri.

Rancangan Sistem Pengkaderan

Bagaimana sistem pengkaderan yang baik itu? Kelompok 3 menjawabnya!

Sekilas Ki Hadjar Dewantara

Galeri foto-foto dinding makam Ki Hadjar Dewantara di Taman Wijaya Brata Yogyakarta

QUOTES

Mempunyai ambisi untuk mengalahkan orang lain terkadang secara tidak sadar muncul. Tetapi butuh kesadaran jika ingin menumbuhkan ambisi untuk mengalahkan diri sendiri.
Tampilkan postingan dengan label CINTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CINTA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Mei 2010

About Us (Chapter 1)

Pertama bertemu denganmu setelah lama tak berjumpa, aku terkagum padamu. Tak dipungkiri aku menaruh hati padamu selama tiga tahun. Dan selama itu juga kamu menjalin hubungan dengan mantanmu (lama banget ya?). Sehingga saat malam itu aku mempunyai perasaan yang luar biasa gembira bisa mempunyai kesempatan bertemu denganmu.
Singkat kata akhirnya kita memutuskan untuk menjalin hubungan. Beberapa bulan pada awal kita menjalin hubungan, aku menjalaninya dengan kegembiraan akhirnya aku bisa mendapatkan kesempatan untuk mengenalmu lebih dalam.

Tetapi seiring berjalannya waktu (sebenarnya waktunya cukup singkat) dan telah mengalami beberapa permasalahan dalam pacaran, dan itu hal yang wajar, aku bersyukur bisa mengenalmu lebih dalam. Sangat beruntung bagiku ketika aku juga mendapatkan kepercayaan dari kedua orang tuamu, walaupun belum diberikan secara langsung, tetapi dalam perjalanan hubungan kita sangatlah kentara orang tuamu sedikit demi sedikit menerima aku dalam keluarga ini.

Walaupun hubungan ini baru 10 bulan terjalin, tetapi aku berani bertaruh bahwa hubungan kita melebihi dari sekedar pacaran antara dua anak remaja yang sedang kasmaran.

Entah mengapa akhir-akhir ini aku merasa ingin lebih dari sekedar hubungan ini. Bukannya aku merasa selalu kurang, tetapi aku meyakini bahwa hubungan ini bisa menghasilkan provit lebih dari sekedar kenangan indah bersamamu. Aku ingin mendapatkan passion yang bisa menjadi suatu motivasi bagiku dalam menggapai sesuatu.

Apakah itu berlebihan sayang?

Aku tidak mau masalah dalam hubungan kita hanya sekedar soal nomor hape teman-teman wanita yang ada dalam kotak pesan singkatku, maupun sebaliknya.

Aku ingin yang lebih dari itu, bukannya aku menginginkan masalah yang lebih besar. Namun aku ingin masalah yang positif. Masalah yang berbobot. Entah itu soal rencana kita ke depan, strategi kita dalam mencapai perguruan tinngi yang diimpikan, soal cara belajar dan lain-lain.

Bukankah masalah itu lebih positif? yang mendasari adalah temanya. Aku pun meyakini masalah itu akan lebih bermanfaat daripada memasalahkan hal-hal yang tidak begitu penting.

Aku sayang kamu
Andrianus P. S
untuk Andriana.

Kamis, 18 Maret 2010

18 Maret 2010

Alusia Ivana Valmai,
dia orang ketiga yang ku sayang setelah Tuhan Yesus dan kedua orang tuaku, jatuh. Siang itu aku kalut tapi tak ada kabar sekalipun. Mujurnya, ayahnya kebetulan saja pulang dari minimarketnya tepat saat kejadian. Pertolongan datang dari tetangga di situ dan lucy langsung dilarikan ke RS. Panti Rapih karena ditakutkan tangannya patah.

Benar saja, lucy mendapatkan patah tulang dan pergeseran engsel sikunya. Perawatan di IGD saya rasa sudah cukup baik. Setelah dikasih kabar aku langsung meluncur dan mendapatinya terbaring menangis karena ia harus dioperasi.

IGD BED 7

Tata yang pertama ku kasih kabar. Segera ia datang menjenguk. Semakin deraslah air mata yang lucy tumpahkan dan aku hanya bisa mengusap dan berusaha tetap tersenyum menyembunyikan sedihku.

Kemudian ada beberapa temannya lagi datang dan makin tumpahlah air matanya. Kabar kejadian ini cepat tersebar.

Namun sore itu masih hanya beberapa kawan sekelasnya yang datang. Karena memang hujan mengguyur kota yogya, namun situasi mengharukan ketika wali kelas 12 IPA menghubungi semerbak menyeruap seiring doa yang terucap dari wali kelas yang biasa mereka panggil babe.
Begitulah suasana IGD Bed 7 sore itu.

Bagaimana dengan Esok?

Suasana kembali hening, dalam IGD bed 7. Kini tinggal aku menemani dia yang terbaring lemah. Sedangkan orang tuanya masih kalang kabut mengurus administrasi. Tak ku hiraukan, aku terus membelai rambutnya dan terus berusaha menghibur. Melihat matanya saat itu menyayat hatiku. Ia bertanya padaku bagaimana ia akan menghadapi UNAS besok?
Ku usap keningnya, mencoba menenangkannya.

"Sayang, dalam moment menjelang UNAS seperti ini, Tuhan Yesus memilih mereka yang terpilih untuk diberi lebih. Dan kamu salah satunya, entah setelah ini kamu akan menjadi lebih dewasa, menjadi lebih kuat, atau entahlah tapi itu adalah bonus. Kamu sedang dapatkan bonusmu sayang."

Elizabeth 2, 215D

Setelah kurang lebih 5 jam bertahan di IGD, lucy akhirnya dapat ditampung di bangsal. 5 jam itu untuk penuh dan sulitnya mencari ruangan untuknya. Dalam perjalanan menuju kamarnya, aku mengikuti dari belakang bersama orang tuanya. Raut muka mereka kusut khawatir anak semata wayangnya mengalami musibah seperti ini. Setiap tangis lucy, seperti pisau stainless stell menyayat hatinya. Aku di situ juga larut dalam sedihnya, namun enggan aku terlihat tersiksa, aku tak mau jadi beban.
Hampir pukul tujuh malam lucy baru bisa mulai menikmati bangsalnya di gedung elisabeth lantai dua ruang 215. Walau sakit yang ia rasakan tak tertahan, senang rasanya ia masih bisa tersenyum, cantik sekali.

Doa untuk Kekuatan

Tak lama setelah lucy masuk ke bangsal, orang tuanya akan langsung mempersiapkan segala perlengkapan yang dibutuhkan. Akhirnya aku yang menjaga lucy sembari orang tuanya pulang mempesiapkan segala sesuatunya. Terbaringlah kembali tubuh lemah itu, kembali juga kubelai rambutnya. Kukecup keningnya untuk menguatkan dirinya. Suaranya pelan meminta doa dariku.
Kemudian setelah hening sejenak, kami berdua mulai membuat tanda salib dan aku berdoa dengan suara lirih,
"Bapa yang Maha kasih, kami berdua pada malam ini menghadap Engkau untuk bersyukur, setelah kurang lebih 17 tahun Engkau memberikan berkah yang melimpah,kini Kau beri ujian pada Alusia Ivana Valmai dengan adanya musibah ini.
Kami berharap ujian yang Kau berikan pada kami ini dapat membuat kami dapat lebih mensyukuri berkatmu setiap hari. Kuatkan kami dan orang-orang yang dekat dengan lucy terutama kedua orang tua lucy, supaya dapat melalui masa yang berat ini. Kami juga berharap Engkau selalu menyertai kami, dan operasi yang akan lucy jalani esok dapat berjalan dengan lancar. Berilah juga kami ketenangan, aku tahu aku di sini tak dapat memberikan ketenangan dalam hati lucy, karena hanya Engkau ya Bapa sumber ketenangan dan kedamaian kekal. Doa yang kurang sempurna ini kami haturkan dalam nama Tuhan Yesus juruselamat kami, Amin."

Air matanya tak dapat terbendung saat itu, aku pun kembali mengusap air mata itu dan mengecup keningnya.

Sabtu, 21 November 2009

Renungan Malem Minggu 21.11.09

Suatu hari pacar saya berkata kepada saya bahwa saya terlalu sempurna baginya.
Dibalik semua itu memang apa yang telah saya lakukan demi pacar saya memang sudah semampu saya curahkan, berupa tenaga, perhatian dan apa yang bisa saya bantu, saya lakukan sebisa saya. Hingga dia pun terkagum dengan perlakuan saya kepadanya yang begitu luar biasa di matanya.
Mungkin dengan membaca paragraf di atas membuat anda berfikir saya menyombongkan diri saya. Tetapi maksud saya bukan itu, tujuan saya menulis artikel ini juga bukan karena alasan menyombongkan diri. Tetapi saya ingin, memberikan sebuah renungan yang bisa anda lahap sebagai santapan rohani anda.
Mendengar kesaksian dari pacar saya yang seperti itu, jujur saya terkaget. Karena baru pertama kali saya mendapat kesaksian seperti itu. Reaksi saya selain terkaget saat itu adalah munculnya pertanyaan kenapa dia bisa bersaksi seperti itu?

Memang dalam hubungan saya yang kali ini setelah kenangan pahit saya telan dengan hubungan saya dengan mantan pacar saya dulu, saya merasa mendapatkan perasaan yang berbeda dengan pacar saya yang satu ini dibanding saat saya berhadapan dengan mantan mantan saya dahulu. Ada rasa yang sangat indah yang muncul dalam hati saya. Rasa yang membuat saya ingin lebih mencintai, menyayangi, menjaga, dan melihat sosok wanita itu tumbuh bersama saya. Lagi lagi rasa itu membuat perlakuan saya jauh berbeda daripada dengan mantan mantan saya dahulu.

Tak hanya dia yang bersyukur karena bisa menjalin hubungan dengan saya. Saya juga merasakan hal yang sama, begitu bersyukurnya saya akhirnya bisa mendapat kesempatan untuk menjaganya untuk saat ini.
Apakah ini cinta sejati saya?
Saya ragu, karena saya masih 17 tahun saat saya mengawali untuk menjalani hubungan ini.
Tapi saya ingin dia sebagai cinta sejati saya.
Saya kembali ragu karena ketakutan saya akan kegagalan dalam mempertahankan hubungan ini. Tetapi saat saya menulis artikel ini, saya menyadarai saya mendapat suatu pelajaran penting untuk menjalani hidup saya.
Bahwa saya terlahir untuk orang lain. Lalu orang lain juga terlahir untuk orang yang lain juga. Manusia memang mahluk sosial, saya akui itu.

Disamping hal itu, saya juga menyadari sesuatu bahwa hanya perlu hal kecil untuk bisa membuat orang orang di sekitar kita ada untuk kita. Yaitu kita harus ada untuk mereka. Tak perlu hal besar juga untuk membuat orang orang menyadari bahwa kita ada untuk mereka. Kita tak perlu memberikan suatu pertolongan besar atau hal hal luar biasa yang bisa membuat kagum mereka.
Berilah cinta.
Sedikit sentuhannya membuat suatu hal berbeda, sangat berbeda dan selalu berakhir dengan kesan yang mendalam.

Pelajaran ini sangat berharga bagi saya, dan karena hal inilah saya sangat bersyukur dapat mendapatkan kesempatan untuk menjaga pacar saya saat ini. Dia inspirasi saya.