Catatan LKMM-TD 2012

Foto-foto dari catatan penulis saat mengikuti Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa-Tingkat Dasar. Selengkapnya di Galeri Foto.

QUOTES OF LIFE

Sebuah postingan yang berisi "QUOTES" lahir bagi sang penginsirasi hidup saya, ayah yang telah mengajariku bagaimana menatap dunia dengan sudut pandang yang berbeda.

Spektrofotometri Serapan Atom

Ini adalah tugas akhir penulis ketika di Sekolah Menengah Teknologi Industri.

Rancangan Sistem Pengkaderan

Bagaimana sistem pengkaderan yang baik itu? Kelompok 3 menjawabnya!

Sekilas Ki Hadjar Dewantara

Galeri foto-foto dinding makam Ki Hadjar Dewantara di Taman Wijaya Brata Yogyakarta

QUOTES

Mempunyai ambisi untuk mengalahkan orang lain terkadang secara tidak sadar muncul. Tetapi butuh kesadaran jika ingin menumbuhkan ambisi untuk mengalahkan diri sendiri.

Senin, 30 April 2012

Empat Potong Horizon Yogyakarta

Foto ini diambil di teras restoran Taman Wisata Candi Rati Boko.
Kamera: Nokia N95, 5MP Carl Zeiss Optics Tessar 2.8/5.6 with Autofocus

HUJAN

Hanya sekedar share saja hasil foto amatir saya dengan kamera pinjaman. Hehe

QUOTES OF LIFE: Minggu ke 4 APRIL 2012

"Tinggalkan kebiasaan lama, tumbuhkan niat untuk mengubah diri, biasakan kebiasaan yang baru, telan pahit-pahit penyesalan, petik makna dan hikmah suatu pelajaran, introspeksi diri, sayangi orang-orang disekitarmu, kemudian jadilah pemenang atas dirimu sendiri."
(25 April)


"Saldo: Rp 0,-
Pengeluaran hari ini: 
-print: 6 x Rp 300,- = Rp 1.800,-
-angkringan = Rp 0,- (makan dari rumah)
-bensin= Rp 0,- (dikocak-kocak dulu tankinya, masih ada kok, moga cukup)
-miscellanious = Rp 3.000,-
Secara perhitungan matematis maka income harus memenuhi Hukum Pertama.
Dimana,
Saldo > Pengeluaran
Tetapi jika Saldo < Pengeluaran, dimana Saldo lebih kecil dari pada pengeluaran dan mungkin mendekati bahkan Rp 0,- maka berlaku hukum kedua:
Saldo + Doa > Pengeluaran
Variabel Doa (D) tidak bisa secara langsung diobservasi maupun dianalisa numerik. Tetapi Doa akan selalu mengikuti fungsi:
f(D)=(integral dengan interval dari awal kamu terlahir sampai hari ini) atas imanmu."

(26 April)


"Lakukanlah usaha yang terbaik. Tak apalah hasilnya tak terlalu baik, itulah proses pendewasaan, jika hasilnya baik adanya, maka kau telah cukup dewasa dan pantas untuk mendapatkannya. Sehingga kau tidak sombong pada akhirnya."
(26 April)


"Hidup itu proses, diawali dari alam pikiran menuju alam hati, masalah problem keluarga dan sakit semua orang akan mengalaminya, belajarlah menerima dengan ikhlas karena semua itu dari Tuhan untuk kita sebagai bagian dari proses hidup kita. Introspeksi, evaluasi diri, jujur salahkan diri sendiri, jangan menyalahkan orang lain.TUHAN bangkit dan hidup dihati kita, lindungi Dia, maka kita akan dilindungi dan diberkati dari kini hingga akhir jaman."
(27 April)


"Persepsi yang salah akan mengalahkan kebenaran yang nyata. Himpun informasi dan klarifikasi, supaya tidak terjebak pada lubang persepsi yang kita gali sendiri."
(27 April)


"Menjadi manusia bemotivasi itu penting.
Seperti puzzle yang kehilangan satu bagiannya, hidup tidak akan seru tanpa motivasi.
Orang yang tak bermotivasi seperti halnya ia sudah mati.
Melakukan pekerjaannya tidak pernah 100% dan kesannya se-apa ada-nya.
Tidak perlu motivator yang hebat untuk "menampar" Anda sehingga Anda tersadarkan.
Karena pada dasarnya tiap manusia mempunyai motivasi sendiri-sendiri.
Tetapi kadang manusia lupa akan motivasi awalnya sehingga mereka seolah-olah terombang-ambing dalam konflik batinnya sendiri dengan pertanyaan:
"Ngapain sih aku disini?"
(29 April)

"Kadang beberapa hal menjadi tidak terlalu penting seiring kita:
1. Tua
2. Dekat dengan kematian
3. Dekat dengan Sang Pencipta
4. Banyak belajar
5. Mempunyai passion

Silahkan dipilih dan bebas ditambahi."
(29 April)

"Janganlah menjadi pemuda yang banyak mengeluh.
Mengeluh hanya akan membuat kita lemah,
sangat manusiawi jika itu keluar secara spontan,
walaupun hanya dalam batin.
Apa kalian suka berhadapan dengan orang yang banyak mengeluh?
Jika tidak, janganlah banyak mengeluh.

Janganlah menjadi pemuda yang kepalanya mendongak ke atas.
Setinggi-tingginya prestasi yang kita capai,
jika kita menyombongkannya, orang lain tidak akan melihat prestasimu.
Menyombongkan hal-hal tinggi justru akan membuat kita rendah,
apalagi jika kita menyombongkan hal-hal yang rendah."
(29 April)

ROLLING PROCESS


Berikut adalah tugas presentasi dengan judul Rolling Process atau Proses Pengerolan pada mata kuliah Proses Produksi 2.
File dapat diunduh disini.

Minggu, 29 April 2012

RODA GIGI HELIKS

Gambar: science.howstuffworks.com


Berikut adalah tugas presentasi mata kuliah Elemen Mesin 2 dengan judul Roda Gigi Heliks.
File dapat diunduh disini.

SCREENSHOT

PANCASILA dalam Konteks Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia


Semoga tugas presentasi saya dengan judul di atas dapat bermanfaat dan menjadi referensi bagi Anda.
File dapat diunduh disini.

SCREENSHOT

Rabu, 25 April 2012

Rancangan Sistem Pengkaderan

Sepertinya saya harus menjelaskan mengapa saya menuliskan "kelompok 3 menjawabnya!". Pada saat Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa-Tingkat Dasar yang minggu lalu saya ikuti, ada satu sesi disitu dibuat satu kelompok untuk membuat suatu sistem pengkaderan. Karena hasil yang didapatkan adalah buah dari hasil pemikiran orang banyak dalam kelompok itu, maka saya cantumkan saja "kelompok 3 menjawabnya!"

Berbicara mengenai pengkaderan, sebenarnya saat dibuat kelompok itu saya benar-benar nol soal pengkaderan. Tetapi setelah dijelaskan oleh salah satu anggota kelompok kami, ternyata pengkaderan itu adalah proses yang tidak disadari kita jalani disaat kita bergabung dan aktif dalam suatu organisasi.

Tetapi sebenarnya pengkaderan itu fungsinya apa sih? Bagi kami (kelompok 3):

"Kaderisasi memegang peran penting dalam menciptakan seorang organisator yang berkarakter demi kelangsungan hidup suatu organisasi."

Lalu sistem atau proses-prosesnya gimana? Mari kita lihat gambar berikut.
Secara garis besar proses kaderisasi terdiri dari kaderisasi awal dan kaderisasi berkelanjutan.
Kaderisasi awal: yaitu proses pengkaderan oleh pengururs kepada calon pengurus organisasi.
Kaderisasi lanjut: yaitu proses pengawasan mantan pengurus pada pengurus organisasi yang sedang menjabat.
Tujuan dari sistem kaderisasi ini adalah untuk menciptakan pengkader-pengkader baru yang handal. jadi bagaimana cara menggembleng seorang calon organisator dari nol (mungkin belum mempunyai pengalaman sama sekali) sampai menjadi seorang pengkader?

Pada gambar diatas dapat kita lihat langkah pertama yang dilakukan dalam proses pengkaderan yaitu sosialisasi. Sosialisasi ini sangat penting untuk menumbuhkan minat calon organisator untuk bergabung dengan organisasi kita. Setelah menumbuhkan minat calon organisator, pengurus melakukan pembinaan kepada calon organisator secara formal dan informal. Pembinaan formal contohnya seperti mengadakan pelatihan-pelatihan yang bersifat umum yang bertujuan untuk membentuk softskill. Sedangkan pembinaan informal contohnya seperti meakukan pendekatan secara personal dengan tujuan mengakrabkan calon pengurus dengan pengurus, sehingga mempunyai satu persepsi yang sama. Persepsi yang sama ini akan memudahkan caon pengurus untuk memahami visi dan misi organisasi itu sendiri. pembinaan yang baik akan memudahkan proses seleksi atau perekrutan. Disinilah calon pengurus sudah resmi menjadi pengurus organisasi.

Setelah kaderisasi awal dilakukan, selanjutnya dilakukan kaderisasi lanjut yaitu upgrading. Seperti proses pembinaan, upgrading juga dilakukan secara formal dan tidak formal. Secara formal, pengurus yang baru akan mengikuti pelatihan-pelatihan yang lebih dikhususkan bagi bidang dan skill mereka masing-masing. Upgrading secara formal bertujuan untuk mematangkan kinerja pengurus. Selain itu disinilah proses penggodogan dan pematangan pengurus supaya akhirnya menjadi pengkader-pengkader baru yang handal. Secara bersamaan, ugrading informal juga dilakukan. Upgrading secara informal ini perlu dilakukan agar organisasi yang kini dipertanggungjawabkan oleh pengurus yang baru tidak kehilangan jatidirinya. Contohnya pengawasan oleh DPO pada pengurus yang baru tersebut.

Demikian secara singkat kami jabarkan sistem pengkaderan yang terbaik menurut kami. Semoga dapat bermanfaat bagi Anda.
Salam.

Embung Tambakboyo

Waduk ini berada di Dusun Tambakboyo, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Dibangun pada tahun 2003 dengan luas genangan 7,8 ha pasti Anda akan terbayang-bayang seberapa luas air yang terhampar di tengah-tengah pemukiman warga. Embung Tambakboyo ternyata tidak jauh dari rumah saya! Tetapi keberadaannya seolah-olah tidak tampak bahkan untuk menjadi topik pembicaraan saja jarang. Namun akhir-akhir ini foto-fotonya sering muncul di facebook, diupload oleh beberapa teman saya. Tentu saja hal itu membuat rasa penasaran saya muncul hingga saya memutuskan untuk mengunjunginya.

Catatan LKMM-TD 2012

Ini adalah catatan saya ketika mengikuti Pelatihan keterampilan Manajemen Mahasiswa - Tingkat Dasar yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa pada tanggal 19-21 April 2012 di Wisma Sejahtera 3 Kaliurang Yogyakarta. Semoga menambah pengetahuan Anda semua terkait dengan seluruh materi yang saya dapatkan pada pelatihan tersebut.

Selasa, 24 April 2012

HARAPAN

Harapan itu selalu indah, manusia akan selalu membutuhkan harapan, bahkan jika harapannya terwujud, akan muncul harapan-harapan yang lain, namun harapan itu seperti halnya ilusi, ada jika kau percaya ada,tidak ada jika kau percaya bahwa itu tak ada, harapan adalah anugerah terindah, karena kamu bisa memintanya setiap saat, kamu bisa mendapatkannya setiap saat, kapan saja dimana saja, cuma syaratnya cuma satu, kamu harus percaya bahwa harapan itu ada, harapan itu unik, bila harapan itu sebuah titik, maka akan ada titik lagi tak jauh dari titik harapan yang biasanya kita sebut dengan impian, tentu saja harapan dan impian itu berbeda, tetapi harapan dan impian mempunyai kesamaan, sama-sama indah, indahnya berbeda-beda, menurut pribadi manusia, walaupun di dalam pribadi manusia yang seadanya pun, harapan dan impian akan sangat indah. Harapan dan impian adalah suatu kombinasi yang ajaib, kedua hal itu bisa membuat suatu yang tak ada menjadi ada, yang ada menjadi tak ada, yang mustahil kemudian terjadi, yang tak kau percaya, kau menjadi percaya. Sepertinya tak akan ada lagi alasan untuk beranggapan bahwa sudah tak ada harapan lagi, harapan akan selalu ada, bahkan ketika kau harus menunggunya di jurang yang paling dalam dan gelap. Selamat mencoba untuk mendatangkan harapan anda sendiri dan mencoba untuk menggapai impian.

Kamis, 27 Mei 2010

Bab.I. Kursi Rotan untuk Ayah

Setiap pagi ketika ibu membuka mata, ia juga membangunkan suaminya yang selalu ia lihat pertama kali. Setelah mereka cuci muka, selanjutnya ayah pergi ke teras sedangkan ibu menuju dapur membuatkan kopi untuk ayah dan menyiapkan sarapan. Hal itu bukan tanpa alasan mereka lakukan, karena ayah yang memintanya. Beliau selalu ingin bangun sebelum pengantar koran datang. Karena pasti pengantar koran akan melemparkan koran secara sembarang ke dalam halaman rumah. Ketika itu terjadi, maka rumput nan hijau dan basah karena embun pagi, akan menyambut headline news pada koran pagi itu dan membuatnya basah. Ayah benci jika lembar beritanya itu basah dan lembab, karena akan membuat acara baca koran paginya rusak. Setelah membuat pengantar koran memberikan koran secara lebih beradab daripada dilempar, ayah akan duduk di kursi rotan, menyalakan rokok dan mulai membaca koran.

Itu adalah kursi rotan kesayangan ayah. Warnanya coklat muda terlihat dari segala sisi. Kursi rotan itu mempunyai keantikannya sendiri. Rangkanya meliuk-liuk apik berkesan kokoh. Sandaran dan alasnya terbuat dari rotan dengan ukuran lebih kecil yang dianyam rapih namun kuat menopang. Dari dekat terlihat serat-serat dari rotan terpoles menambah keindahan tampilannya. Kehalusan dari bahannya membuat kursi ini lebih dari sekedar kursi, melainkan sebuah karya seni. Tetapi dibalik semua itu, aku tak tahu mengapa ayah sangat menyayangi kursi rotannya.

" Kamu belum tahu ya Devi? Kursi itu menyimpan banyak kenangan masa kecil ayahmu." Jelas ibu singkat. Aku hanya menelan mentah-mentah penjelasan ibuku dan kembali berlari menuju boneka kesayanganku. Perbincangan itu sudah sekitar tujuh tahun yang lalu dan aku masih mengingatnya baik. Namun Devi kini bukan Devi kecil lagi, Devi sudah tumbuh besar dan dewasa cara pandangnya. Karena itu aku kembali penasaran dengan kursi rotan itu.

" Dev, hayo lagi melamun apa?" Ibu segera menyadarkanku, mataku yang tadinya kosong kembali terisi memandang ibuku yang mulai duduk di sampingku.

" ah bukan apa-apa ma, cuma kenapa sih papa masih memakai kursi rotan ini? Padahal mama juga tahu keadaan kursinya dah kayak gimana?" Aku langsung meluncurkan pertanyaanku itu dengan polosnya. Ibu yang mendengar pertanyaanku hanya tersenyum kecil dan merapatkan posisi duduknya terhadapku. Insting kekanak-kanakan membimbingku untuk bersandar pada bahunya dan Ibu mulai menceritakan kisah dibalik kursi itu seperti mendongeng padaku.

" Nak, kita hidup di dunia ini diberi Allah dua kantong. Dan disadari atau tidak, kita harus mengisi kantong itu jika akan pergi jauh." Kata sang ayah paruh baya pada anaknya.

" Diisi uang pah, untuk jajan soto nanti kalau lapar di jalan, papa kan suka soto." Anak yang hampir habis masa balitanya itu menjawab lugu. Sang ayah tertawa kemudian mengelus lembut rambut anaknya.

" Pintar, tapi bukan hanya itu. Kita harus mengisinya dengan bekal, bekal duniawi, dan surgawi." Sang ayah melanjutkan penjelasannya. Matanya menatap pada anaknya yang paling bungsu itu, menatap anaknya yang sepertinya bingung. Namun tak terkira bahwa pelajaran itu terpatri hebat dalam ingatan, kini jadi kenangan. Kursi rotan itu tentu juga merasakannya, ia memang benda mati, tetapi ia juga saksi bisu bagi sebuah kehancuran.

" Sampai kapan orang tua itu hidup?"

" Iya, aku butuh duit, jual tanah warisan pasti lumayan untuk nambah modal. Dah gak sabar pengen pindah ke apartemen."

" Tapi pasti si bungsu dapat bagian yang paling besar, huh!"

" Belum tentu, semua tergantung wasiatnya."

Jantungnya rasanya berhenti sejenak mendengar penggalan pembicaraan itu kemudian selanjutnya berdetak cepat. Siapa sangka ketiga kakaknya berkata-kata seperti tak menginginkan ayahnya masih bisa bertahan dalam keadaan yang kian renta. Tak pernah ia duga juga sebelumnya menjadi seorang yang tak diinginkan untuk pernah dilahirkan, dilahirkan menjadi si bungsu.

" Tega sekali mereka membicarakan wasiat sebelum ayah tiada." Kata si bungsu dalam hati sembari masih menyimak kata demi kata yang terlontar antara ketiga kakanya itu.

" Yahh, kalau memang wasiat mengatakan seperti itu, rubah saja."

" Gampang kan?"

" Cuma butuh uang sedikit."

Kembali percakapan itu terurai. Matanya terbelalak, peluh jatuh tetes demi tetes. Hawa sekitar mulai panas, Si bungsu tertusuk kecewa menahan amarah. Tubuhnya bergetar menerima campur aduk segala emosi yang menjadi satu. Tak kuat ia menerima kenyataan itu. Langsung ia tinggalkan tempat itu, langkahnya berderap tak terdengar, cepat, secepat derap jantungnya.

Entahlah kapan ia akan menceritakannya pada ayahnya. Namun ia selalu tak sampai hati mengutarakannya. Takut akan menyakiti hati sang ayah. Beberapa kali ia menahan diri untuk tidak mengadu. Tapi tak lama setelah pembicaraan itu, sosok ayah itu akhirnya pergi. Serangan jantungnya kali ini tak bisa dijinakkannya. Si bungsu menyesal tak berada di samping ayahnya saat itu.

Seringai kemenangan terkembang di bibir setiap kakaknya yang mereka balut dengan tangisan di depan para pelayat. Tangisan kemunafikan, diantara air mata yang jatuh siang itu, air mata dari ketiga kakak kandungnya itu yang paling palsu. Si bungsu berselimut duka, hatinya hancur dan kecut mengangkat peti tempat tidur ayahnya untuk selamanya. Tapi tak ada daya darinya, persekongkolan itu seperti endapan lumpur di air nan jernih. Terlihat tapi tak akan mengotori air dan naik ke permukaan jika tak diusik.

Perumpamaan tentang dua kantong terbukti, ayahku tak mau mengusik masalah harta warisan, ia tidak memintanya. Ia lebih memilih pundi-pundi surgawi untuk ia bawa bersama kursi rotan penuh kenangan itu. Warisannya terekam semua di sebuah kursi, sebagai saksi bisu. Benar juga, nasehat dan petuah menjadi warisan yang tak kan pernah habis walau kau berikan pada semua orang di dunia ini.

Kini setiap memasuki halaman rumah, pandanganku tertuju pada kursi rotan itu. Ia menjadi sangat menyolok ketika kau sudah tahu kisah dibaliknya.


* * *

Disela-sela santap malam aku kembali teringat dengan kisah sebuah kursi kesayangan ayah. Teringat akan hal itu membuatku mencuri-curi pandang pada ayah.
" Devi, kenapa kamu memandang ayah seperti itu? Ada apa? Minta dibeliin sesuatu ya?" Ternyata ayah juga menyadari jika aku memandanginya. Karena ketahuan seperti itu membuatku cengar-cengir. Terlihat ibu juga tersenyum melihat tingkahku.
" Tidak papah, tidak ada apa-apa kok, hehe" Kalau sudah terpepet pasti aku jawab sekenanya aja.
" Yang bener? Kamu tidak pengen handphone terbaru kan Dev?" Cibir ayah kepadaku.
" Ayah nih, gak ada apa-apa kok, tenang saja papahku." Jawabku meredam rasa penasaran ayah. Mendengar jawabanku yang malah semakin membuat ayah penasaran, beliau melanjutkan makan tapi
memandangku dengan tatapan penuh dengan pertanyaan. Lalu beliau meraih rokok, menyalakannya dengan korek kayu dan mulai memenuhi ruang makan dengan asap rokok. Ketika itu terjadi berarti acara santap makan malam itu sudah selesai. Cepat-cepat aku meninggalkan meja makan dan berlari menuju kamarku. Seharian ini aku jadi memikirkan ayah terus. Selama ini tak ku sadari beliau selalu menyimpan kenangan pahit di setiap kesempatan untuk duduk di kursi rotan kesayangannya.
Betapa jika seseorang mempunyai kenangan indah, sesuatu yang bisa membuat kenangan itu bangkit akan selalu ia jaga. Seperti setiap kesempatan yang ku rasakan bersama keluarga kecil ini. Aku tak ingin semua ini hilang begitu saja. Pintu kamarku segera ku kunci sesaat setelah aku masuk.
Di atas meja belajarku ada ayamnya. Celengan ayam itu sepertinya sudah gemuk, karena setiap hari ku kasih makan beberapa uang seribuan atau kadang-kadang recehan yang malas ku bawa dalam dompet. Wah memang dia sudah gemuk, berat sekali ketika ku angkat. Tetapi kasihan sekali aku harus memukul-mukulmu untuk mendapatkan uangku. Pukulan yang ku lancarkan pun tak terlalu keras, takut menjadi gaduh dan menarik perhatian ayah dan ibu.
" Akhirnya retak juga!" Senyuman mengembang di bibirku dan aku semakin semangat memukul-mukul ayam dari tanah liat itu dengan penggaris besi seadanya. ' Tuk! Tuk! Prakk!'
" Akhirnya pecah juga!" Cepat-cepat ku jungkir balikkan ayam itu dan keluarlah semua recehnya kemudian baru uang kertasnya yang perlu sedikit dirogoh-rogoh. Setelah benar-benar kosong, mulai ku hitung semua uang yang berserakan. Jumlahnya lumayan, capai ratusan ribu tapi tidak tembus setengah juta.
Ku sadari setelah aku melakukannya, ternyata aku telah terinspirasi oleh ayahku sendiri. Beliau membuatku lebih menyukuri saat-saat indah bersama keluarga ini. Dengan uang ini, kenapa tidak aku membelikan sesuatu untuk ayah sebagai kado ulang tahunnya? Tetapi apa yang harus ku berikan pada ayah?
Entahlah, masih ada waktu kurang lebih satu setengah bulan untuk memikirkannya. Lagipula aku juga bisa membicarakannya dengan ibu.

About Us (Chapter 1)

Pertama bertemu denganmu setelah lama tak berjumpa, aku terkagum padamu. Tak dipungkiri aku menaruh hati padamu selama tiga tahun. Dan selama itu juga kamu menjalin hubungan dengan mantanmu (lama banget ya?). Sehingga saat malam itu aku mempunyai perasaan yang luar biasa gembira bisa mempunyai kesempatan bertemu denganmu.
Singkat kata akhirnya kita memutuskan untuk menjalin hubungan. Beberapa bulan pada awal kita menjalin hubungan, aku menjalaninya dengan kegembiraan akhirnya aku bisa mendapatkan kesempatan untuk mengenalmu lebih dalam.

Tetapi seiring berjalannya waktu (sebenarnya waktunya cukup singkat) dan telah mengalami beberapa permasalahan dalam pacaran, dan itu hal yang wajar, aku bersyukur bisa mengenalmu lebih dalam. Sangat beruntung bagiku ketika aku juga mendapatkan kepercayaan dari kedua orang tuamu, walaupun belum diberikan secara langsung, tetapi dalam perjalanan hubungan kita sangatlah kentara orang tuamu sedikit demi sedikit menerima aku dalam keluarga ini.

Walaupun hubungan ini baru 10 bulan terjalin, tetapi aku berani bertaruh bahwa hubungan kita melebihi dari sekedar pacaran antara dua anak remaja yang sedang kasmaran.

Entah mengapa akhir-akhir ini aku merasa ingin lebih dari sekedar hubungan ini. Bukannya aku merasa selalu kurang, tetapi aku meyakini bahwa hubungan ini bisa menghasilkan provit lebih dari sekedar kenangan indah bersamamu. Aku ingin mendapatkan passion yang bisa menjadi suatu motivasi bagiku dalam menggapai sesuatu.

Apakah itu berlebihan sayang?

Aku tidak mau masalah dalam hubungan kita hanya sekedar soal nomor hape teman-teman wanita yang ada dalam kotak pesan singkatku, maupun sebaliknya.

Aku ingin yang lebih dari itu, bukannya aku menginginkan masalah yang lebih besar. Namun aku ingin masalah yang positif. Masalah yang berbobot. Entah itu soal rencana kita ke depan, strategi kita dalam mencapai perguruan tinngi yang diimpikan, soal cara belajar dan lain-lain.

Bukankah masalah itu lebih positif? yang mendasari adalah temanya. Aku pun meyakini masalah itu akan lebih bermanfaat daripada memasalahkan hal-hal yang tidak begitu penting.

Aku sayang kamu
Andrianus P. S
untuk Andriana.

Selasa, 25 Mei 2010

Dewasa

Suatu hari teman saya bertanya pada saya bagaimana supaya bisa menjadi dewasa. Setelah membaca pertanyaan yang dikirim dalam pesan singkat saya bengong, bingung juga. Karena jujur saya tidak tahu bagaimana caranya supaya bisa menjadi seorang yang dewasa. Namun tidak berhenti pada ketidak tahuan saya itu, saya langsung membuka searchengine GOOGLE untuk mencari apa arti dewasa itu sendiri. Kini setelah saya membaca-baca sedikit tentang artikel yang saya temukan, saya mencoba merangkumnya dan membahasnya menurut opini saya. Artinya saya juga membandingkannya dengan pengalaman saya tentang apa sih dewasa itu?

Dewasa menurut artinya saya bagi menjadi dua. Dewasa secara fisik dan psikis. Kita semua akan mengalami dewasa fisik secara alami dengan ditandai dengan masa pubertas.
Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual.
Nah setelah melalui pubertas itulah manusia dikatakan dewasa fisiknya.

Namun beda kasus dengan dewasa psikis atau dewasa kejiwaannya. Ketika kita dapat melihat secara langsung bagaimana fisik kita menjadi matang dan berubah bentuk, seseorang yang sudah dewasa kejiwaannya hanya dapat dirasakan saja perubahan-perubahan dalam dirinya.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana kita menyadari kalau kita sudah dewasa?
Menurut saya, kedewasaan juga bertahap seperti pertumbuhan kita.
Mulai kita masih bayi, balita, anak-anak, remaja, kemudian akhirnya menjadi dewasa. Pertumbuhannya pun akan seperti itu. Tetapi karena pada masa-masa ketika kita masih menjadi seorang bayi, balita dan anak-anak; kedewasaan tidak begitu dituntut maka kita dan orang lain pun tidak akan mempermasalahkannya. Lain halnya ketika kita sudah menjadi remaja dan akan menuju suatu kedewasaan (dikarenakan fisik kita sudah kian matang) maka kedewasaan secara psikis kita akan dituntut. Karena sangat tidak enak dipandang saat tubuh kita sudah menjadi dewasa namun kedewasaan kita masih seperti saat remaja. Maka diharapkan perkembangan antara dewasa fisik dan psikis itu berkembang secara bersamaan.
Tetapi perlu digarisbawahi kalau kedewasaan seseorang itu tidak tergantung pada usianya.

Kedewasaan yang saya rasakan begitu unik. Saya sendiri tidak tahu kapan saya telah menjadi dewasa. Mungkin kita bisa menyimpulkan kita sudah menjadi dewasa ketika menyadari hal itu. Mungkin anda mengalami hal-hal seperti ketika kawan anda atau seseorang disekitar anda mengatakan bahwa anda "berbeda". Hal itu disebabkan kedewasaan yang anda alami mengubah diri anda dalam segi cara/pola pikir, cara berbicara, sikap dan tentu masih banyak lainnya. Ketika semua itu terjadi pada anda, pasti kawan anda akan merasakan perbedaan pada diri anda dan berkata bahwa anda "berbeda" atau "telah berubah".

Cara lain untuk mengetahui bahwa diri anda sudah menjadi dewasa yaitu dengan melihat sekeliling anda. Sederhana saja, mungkin kita akan merasakan hidup kita berubah. Tetapi hidup tidak benar-benar berubah seperti yang anda sangka. Hanya cara pandang anda yang lebih dewasa akan membuat hidup ini tentu akan berbeda. Ketika dahulu anda menghadapi masalah dengan lebih banyak mengeluh, kini ketika cara pandang kita sudah dewasa maka anda akan menghadapi masalah dengan tegar, sigap mencari solusi dan tentu saja sedikit mengeluh.

Kembali pada pertanyaan kawan saya tadi, "Bagaimana caranya supaya bisa menjadi dewasa?"
Seseorang akan dewasa dengan sendirinya setelah banyak mendapatkan pengalaman dari berbagai peristiwa. Entah itu dengan ditempa masalah-masalah dalam kehidupan, mengalami kehilangan seseorang, mengalami kecelakaan dan masih banyak lagi. Banyak sekali cara Tuhan untuk membuat kita menjadi dewasa. Semua itu membuat kita akan melakukan introspeksi diri. Banyak menyadari kekurangan-kekurangan kita, sehingga muncul kemauan untuk mengubah kekurangan-kekurangan itu dengan memperbaiki sikap, gaya hidup, penghargaan akan orang lain dan lain-lain.

Terakhir, sampai saat ini saya hanya bisa menyimpulkan bahwa dewasa secara kejiwaan yaitu ketika seseorang:

bertanggung jawab;
cara/pola pikirnya rasional;
menjadi lebih bijak;
dapat mengendalikan emosinya;
dapat berempati/tidak egois;
lebih sabar;
lebih rendah hati;

Mungkin masih banyak lagi hal-hal lain yang belum saya tuliskan menjadi ciri-ciri seseorang yang sudah dewasa. Jika mungkin anda masih bingung dengan suatu kedewasaan walaupun setelah membaca artikel ini, tidak apa-apa.
Karena menurut saya, kedewasaan yang dirasakan setiap orang itu berbeda. Sangat unik.

p.s:
Terima kasih kepada kawan saya, Nilam Arsanti Wibisono, yang telah menginspirasi saya sehingga artikel ini dapat terlahir.

Selasa, 13 April 2010

Tumbuhkan Semangat Hidup

Sebenarnya apa sih makna hidup ini? apa sih tujuan hidup ini? Pertanyaan itu senantiasa keluar jika sudah penat rasanya menghadapi segala aktivitas sehari-hari yang memuakkan. Kita merasa jatuh pada suatu kotak dan berada di dalamnya, persis seperti katak dalam tempurung. Bukannya saya mengatakan anda 'gak gaul' atau kurang wawasan seperti katak yang tidak bisa melakukan apa-apa di dalam tmpurung yang terbalik. Tetapi tempurung itu bisa dikatakan juga sebagai rutinitas kita sehari-hari. Rutinitas sangat membosankan, rutinitas adalah segala sesuatu yang kita lakukan terus-menerus setiap hari dalam jangka waktu yang panjang. Jika sebagai pelajar kerap kali merasakan kejenuhan belajar di sekolah. Untuk para pegawai kantoran, tidak jauh beda kasusnya. Intinya merasakan kejenuhan dalam hidup ini. Jenuh hidup? Mati saja, tetapi bukan itu cara menyelesaikannya.
Dalam wacana ini saya ingin menyampaikan hal yang sangat penting, yaitu JANGAN PERNAH JENUH TERHADAP HIDUP ANDA. Kejenuhan dalam menjalani hidup yang penuh dengan rutinitas, tekanan, dan masalah dapat berakibat stres! Sebelum gelombang stres melanda anda pun pasti sudah ada tanda-tanda yang bisa anda perhatikan sebagai akibat dari kejenuhan anda, seperti: semangat yang menurun, turunnya kualitas hasil, turunnya kualitas hidup dan tentunya masih banyak lainnya. Hindarilah kejenuhan anda ini dengan sedikit memperhatikan asupan energi positif yang bisa anda masukkan ke dalam otak anda.

Curhatlah
Mulailah dengan membuat janji makan siang dengan rekan kerja. Makan siang seharusnya menjadi istirahat yang tepat dengan makanan yang lezat bersama teman untuk berbagi cerita. Walaupun waktu yang dirasa mungkin kurang, tetapi jangan hanya mengeluh saja. Buatlah acara makan siang dengan perbincangan yang enteng. Bisa juga berbagi cerita soal kerjaan, walaupun sering kali ada penolakan seperti ini contohnya: " please deh, jangan ngomongin soal kerjaan. that's enough!", tetapi sesungguhnya bisa berbagi keluh kesah dalam menjalankan pekerjaan anda dapat meringankan beban pikiran. Minimal anda sudah menceritakannya, dan ada yang mendengar. Lebih baik lagi jika ada solusi pemecahannya, apalagi dengan selingan-selinagn lucu seperti menyindir atasan yang galak bisa menimbulkan rasa yang menyenangkan dan tentu saja menghibur.

Manjakan Diri
Keselarasan keadaan jiwa dan raga dengan ukuran berat pekerjaan adalah sesuatu yang penting. Jika memang anda selalu menghadapi tekanan, masalah, atau hal yang lain yang menyiksa diri anda setiap harinya, saya ingatkan lagi pada anda supaya jangan mengeluh. Hidup ini tak bisa lepas dari adanya masalah yang selalu datang dan pergi. Terima pernyataan saya itu dan mulailah untuk mencoba membagi waktu untuk otak anda memikirkan masalah dan waktu untuk istirahat. Selain itu raga anda juga perlu istirahat. Maka mulai sekarang perhatikanlah waktu untuk anda bisa beristirahat. Tulis dalam jadwal anda dan mulailah juga untuk memikirkan bagaimana cara anda untuk menikmati saat-saat santai anda itu. Bisa dengan memanjakan diri anda, caranya? Terserah anda sendiri. Take ur time to relax.

Ingatlah
Jika memang kembali lagi rasa jenuh anda menghantui di sela-sela pekerjaan, maka selalu ingatlah untuk siapa anda melakukan semua ini. Untuk siapa? untuk apa? ingat-ingatlah kembali orang-orang yang anda cintai, ingatlah bahwa semua yang anda lakukan ini demi mereka. Minimal apa yang anda kerjakan sekarang ini untuk anda sendiri, atau juga untuk masa depan. Ingatlah ompian-impian anda saat pertama kali memutuskan untuk bekerja pada posisi anda sekarang ini. Dengan mengingat apa tujuan rutinitas ini anda lakukan, semangat yang dulu mati suri bisa berkobar kembali.

Motivasi
Ada banyak tokoh yang berperan dalam kehidupan ini. Ada banyak sosok yang menginspirasi jutaan manusia. Ada banyak lagu yang mengubah dunia. Ada banyak buku bestseller yang mengubah pandangan setiap insan. Ada banyak motivator yang berapi-api menyebarkan semangat. Ada banyak sekali kata-kata mutiara yang telah menyentuh hati yang terdalam.
Kenapa anda tidak mencari motivasi diri anda supaya bisa melakukan lebih, lebih, lebih, dan lebih lagi untuk hidup anda?

Ingat juga seluruh rutinitas itu adalah sesuatu yang menopang hidup anda. Anda bekerja untuk mendapat uang sehingga bisa menyukupi seluruh kehidupan anda dan keluarga kan? Jadi jangan sampai kejenuhan itu datang pada anda. Disinilah terbukti semangat dapat membuat anda tetap hidup.

Andrianus P. S
13rd April 2010